Seminar Exclusive 18+
The Power of G-Spot
Pembicara : Lusius Sinurat, S.S., M.Hum.
Moderator : A. Yuria Ekalitani, S.Psi., C.Ht., M-OEI.
Abstrak
ppp
Melalui penelusuran “the power of G-Spot” kita digiiring pada kesadaran akan dimensi holistik dari tubuh manusia, yang serentak tampil megah sebagai realitas otonom dan keberadaaannya selalu terkati erat dengan pikiran, subyek, dan dunia. Dengan kesadaran ini kita dimampukan untuk memperlakukan tubuh kita secara kreatif dan artistik.
ppp
Intermesso
Pada saat seminar “the Power of G-Spot” ini pertama kali di-sounding, para sahabat, teman, dan rekan kerja tertawa dan sedikit mesum. Mereka rada terangsang dengan tema ini. Tentu saja karena mereka sudah berusia di atas 18 tahun loh hehehe. Enggak mengherankan juga sih, soalnya terlalu lama kita mereduksi terminologi “G-Spot”melulu sebagai titik rangsang yang ujung-unjungnya akan menggiring seseorang pada kepuasan seksual. Menakjubkan juga reaksi teman-teman di FB yang jauh lebih tertarik dengan desain “erotis” di brosur seminar ini yang dipajang mulai di Fesbuk CFDC Misericordia, FB personal dari semua panitia, atau poster yang ditempel di papan pengumuman kampus, atau di tempat lain yang sempat disatroni panitia seminar ini kepada orang-orang yang lalulalang di seputar mal dan toko buku. Para calon peserta menantang pembicara agar seminar ini juga “bersedia” menampilkan “praktikum” sebagaimana biasanya tercatut dalam program-program “Sex education”. Menarik! Ya, sungguh menarik mengamati reaksi dari teman-teman tentang tema ini. Benar bahwa tema “the power of G-Spot memang menarik untuk dibicarakan dan didiskusikan. Tapi sori, Gan, selain karena saya bukan seksolog kondang sekaliber dr. Boyke atau dr. L. Naek Tobing, juga sejak awal saya telah jujur mengatakan bahwa yang kita lakukan dalam seminar ini bukan pelajaran seks, pun bukan tentang teknik bercinta teranyar a la Kamasutra yang mashyur itu. Yang akan saya tampilkan dalam seminar ini tak lain adalah refleksi atas nilai filosofis dari gerak-gerik dari tubuh manusia yang sejak awal diciptakan su-ci alias suka-(ber)cinta. Sok atuh, monggo diikuti dengan serius ya....hehehe...
qqq
1. G-SPOT SEBAGAI LINGKAR PROMOSI DIRI
G-Spot adalah titik sensitif di bagian organ intim. Kenikmatan puncak saat bercinta dapat dirasakan ketika Anda dan pasangan menemukan titik ini. Terminologi G-Spot sendiri dipopulerkan oleh dr Ernest Grafenberg pada tahun 1950. Tak heran bila istilah yang digunakan adalah G-Spot alias Titik Grafenberg. Menurut Grafenberg G-Spot adalah daerah berbentuk kacang di dinding vagina yang akan menjamin orgasme perempuan segera setelah dirangsang. Ukuran dan pengembangan dari spons uretra dapat bervariasi, maka tidak ada dua wanita akan menanggapi rangsangan G-Spot yang persis sama. G-Spot sekali dirangsang memberikan kenikmatan seorang wanita luar biasa dan merupakan titik pusat dari gairah seksual.

