Itu konsekuensi dari Trump yang bertindak tanpa menggunakan otaknya, berbicara dengan kebohongan dan tak pernah bisa berpikir jernih.
Lihatlah tingkahnya saat menangkap Maduro, peresiden Venezuelo, mematikan listrik di Kuba, hingga memaksa para tentara AS hingga tewas dalam perang yang dimotori oleh benjamin Netanyahu (Bibi)
Semua pilpres AS selama 30 tahun terakhir selalu dimenangkan oleh capres yang didanai gengnya Rostschild. Hasilnya, setiap tahun pajak rakyat Amerika selalu disetor ke Israel untuk mendanai perang yang diciptakan Israel.
Semua pilpres AS selama 30 tahun terakhir selalu dimenangkan oleh capres yang didanai gengnya Rostschild. Hasilnya, setiap tahun pajak rakyat Amerika selalu disetor ke Israel untuk mendanai perang yang diciptakan Israel.
Di era Trump, AS secara terang-terangan dipaksa mendukung Israel membombardir Iran. Trump memang hambanya Bibi, dan secara terang²an tak punya kuasa untuk menolak kepwntingan Israel.
Di periode pertamanya, Trump dengan seenaknya memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem Timur. Israel juga mengawasi Trump dengan mengirimkan agen Mossad sejenis Eipstein.
Data-data yang dihimpun Eipstein, terutama tentang kejahatan dan kebejatan Trump dkk lantas dijadikan sebagai kartu truf agar Amerika harus tunduk dan semakin
Syaratnya, pembantu Bibi yang bernama Donald Trump mau mempertuan Bibi dan melakukan setiap instruksi Bibi: bantu menyerang Iran dan Libanon sebagaimana dulu George W. Bush menghancurkan Irak dan Kwait.
Trump adalah budak "terbaik" bagi Bibi. Triliunan USD telah terbuang sia² demi membantu Israel menduduki Iran, Libanon, dan negara Tinteng lainnya.
Hasilnya, Trump sudah kehilangan harga dirinya, sebagaimana juga masyarakat AS yang sudah mulai sadar betapa jahatnya Bibi dan pemerintahannya.



Posting Komentar