Dalam bahasa Batak Toba, kata "mardandi" [v] berarti merajuk, mengambek, atau tidak mau menurut karena keras kepala.
Dalam konteks yang lebih luas, kata ini jua menggambarkan sikap melawan atau membandel. Ini terkait dengan perilaku emosional seperti merajuk dan sifat keras kepala.
Beberapa contoh penggunaan "mardandi":

- "Hasian, unang sai $mardandi ho da" (Jangan merajuk dong, sayang).
- "Molo naeng jadi jolma ho haduan, unang otik-otik mardandi." (Kalau ingin sukses kelak, jangan gampang merajuk).
- "Ipadao akka dongan do akka jolma na mora mardandi" (orang-orang akan menjauhi siapapun yang hobi merajuk).
- "Holan na mardandi do ulaon ni presiden muna on. Molo dipareso jolma na malo akka kebijakanna, pittor divonis ibana do na mamareso i sebagai jolma na so marlapatan." (Presidenmu kok senang,banget merajuik. Dia Gak bisa dikritik. Kalo dikritik, dia akan menyebut si pengkritik sebagai orang yang tak berbuat apapun ke masyarakat).


Posting Komentar