iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Demokrasi dan Koalisi Sentimen Partai Politik

Dalam KBBI, kata sentime [n], berarti: pendapat atau pandangan yang didasarkan pada perasaan yang berlebih-lebihan terhadap sesuatu (bertentangan dengan pertimbangan pikiran). Contoh: "Keputusan yang dihasilkan akan tidak adil jika disertai rasa sentimen pribadi." Faktanya, orang yang mengatakan ini justru karena ia ada di pihak yang kalah, dan tahu ia akan kalah; hanya saja tak menerima kekalahan itu. 

Contoh lain, "Bapak itu sentimen kali samaku; masak aku dituduhnya memanfaatkan umat paroki untuk kebutuhan hasrat politikku?" Faktanya, bapak yang dituduh itu sebenarnya tak memusingkan si caleg, tapi ia hanya peduli pada ajaran Gereja: bahwa gereja (terutama hirarki) dilarang terlibat dalam politk praktis.

Sentimen juga berarti emosi yang berlebihan [n]. Contoh: “Rasa sentimen sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh kuat jika kita jauh dari negeri ini.” Faktanya, justru hal sebaliknya yang lebih sering terjadi, orang yang tinggal di luar negeri jauh lebih cinta pada negaranya. 

Lagi, sentimen juga berarti iri hati; tidak senang; dendam; [adj]: biasanya tampil dalam percakapan. Contoh, di sebuah pakter tuak Si Sudung ngomong ke si Sodom, “Macam sudah hebat kali lae Jon itu kutengok. Macam dia aja yang betul, lae.” 

Sodom menjawab, "Sudahlah lae. Memang kutengok lae selalu kalah berdebat sama dia. Lagipula lae Jon itu berbasis data yang kuat. Dia kan rqjin membaca. Sementara lae cuma sintua lokal yang rajin ke lapo ini nya.” Akhirnya, sentimen berarti Reaksi yang tidak menguntungkan [n]. Contoh, “Penurunan harga saham hanya disebabkan oleh sentimen pasar. Sentimen anti Amerika telah melemahkan nilai dollar terhadap Euro.”

Bagaimana, Anda suka sentimen? Jelas, orang yang sentimen itu sama seperti meraba-raba di kegelapan. Ia hanya menduga. Sama seperti kita yang sentimen justru menuduh orang yang sentimen ke kita.
 

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.