iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Materi Ajar KATEKUMEN DEWASA



SEPULUH PERINTAH ALLAH (DEKALOG)

 Sepuluh Perintah Allah (Dekalog) dalam tradisi Gereja Katolik (Katekismus Gereja Katolik (KGK)—yang merujuk pada Kitab Keluaran 20 dan Ulangan 5):

  1. Akulah Tuhan Allahmu, jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja dan cintailah Aku di atas segala sesuatu.
  2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
  3. Kuduskanlah hari Tuhan. (Hari Minggu dan hari raya yang disetarakan).
  4. Hormatilah bapa dan ibumu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berzinah.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.
  9. Jangan mengingini istri sesamamu.
  10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

 

Mengapa Urutannya Berbeda?

Jika Anda membandingkannya dengan tradisi Protestan, Anda mungkin menyadari adanya sedikit perbedaan pengelompokan. Katolik (dan Lutheran) mengikuti pembagian yang disusun oleh St. Agustinus:

I.    Perintah 1 & 2 dalam tradisi Katokik digabung menjadi satu, karena larangan berhala dianggap bagian dari menyembah Allah yang Esa.

II.  Perintah 10 dalam tradisi Katolik dipecah menjadi dua: Katolik membedakan antara mengingini orang/pasangan dengan mengingini harta benda.

 

Pembagian Tablet (Loh Batu)

Secara teologis, sepuluh perintah ini sering dibagi menjadi dua bagian:

I.        Loh Batu-1 (Perintah 1–3): Mengatur hubungan manusia dengan Allah.

1)      1)    Menyembah Allah yang Esa:

§  Kita dipanggil untuk menempatkan Allah sebagai prioritas utama.

§  In bukan bukan hanya soal patung, tapi melawan "berhala modern" seperti uang, kekuasaan, atau ego yang seringkali menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita.

2)      2)    Hormat terhadap Nama Tuhan:

§  Nama Tuhan itu suci.

§  Perintah ini melarang penggunaan nama Tuhan untuk bersumpah palsu, menghujat, atau sekadar dijadikan bahan gurauan yang tidak pantas.

3)      3)    Menguduskan Hari Tuhan

§  Bagi umat Katolik, ini berarti kewajiban merayakan Ekaristi (Misa) di hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan..

§  ...juga ajakan untuk “beristirahat dari pekerjaan berat” untuk fokus pada keluarga dan Tuhan.

 

II.     Loh Batu-2  (Perintah 4–10): Mengatur hubungan manusia dengan Sesama.

 4)     Hormat kepada Orang Tua:

§  Ini adalah perintah pertama yang disertai janji.

§  Maknanya mencakup ketaatan, kasih sayang, dan bantuan kepada orang tua, serta rasa hormat terhadap otoritas yang sah (guru, pemimpin, dsb).

5)      5)    Jangan Membunun:

§  Melindungi kehidupan dari saat pembuahan hingga kematian alami.

§  Selain pembunuhan fisik, ini juga mencakup larangan terhadap kebencian, balas dendam, aborsi, eutanasia, dan tindakan yang merusak kesehatan diri sendiri.

6)      6)    Jangan Berzinah

§  Panggilan untuk menjaga kesucian tubuh dan kesetiaan dalam perkawinan.

§  Setiap orang dipanggil untuk hidup murni sesuai dengan status hidupnya (selibat atau menikah).

7)       7)    Jangan Mencuri:

§  Tidak hanya mengambil barang orang lain, tapi juga mencakup ketidakadilan dalam upah, korupsi, merusak fasilitas umum,

§  serta kelalaian dalam menjaga kelestarian lingkungan (pencurian hak generasi mendatang).

8)      8)    Jangan Bersaksi Dusta:

§  Kejujuran adalah pondasi hubungan manusia.

§  Ini melarang fitnah, gosip (detraksi), dan segala bentuk penipuan yang merugikan reputasi orang lain.

9)     9)    Jangan Mengingini Istri Sesamamu:

§  Fokus pada kemurnian hati dan pikiran.

§  Kita diajak untuk menjaga pandangan dan niat agar tidak jatuh pada nafsu yang merusak martabat orang lain.

10)    Jangan Mengingini Milik Sesamamu:

§  Melawan akar dari dosa mencuri, yaitu rasa iri hati dan ketamakan. Perintah ini mengajak kita untuk bersyukur atas apa yang kita miliki dan tidak mendambakan milik orang lain secara tidak adil.

Catatan Penting: Yesus merangkum seluruh perintah ini dalam Hukum Kasih: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37-40). 


Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.