Sepuluh Perintah Allah (Dekalog) dalam tradisi Gereja Katolik (Katekismus Gereja Katolik (KGK)—yang merujuk pada Kitab Keluaran 20 dan Ulangan 5):
- Akulah
Tuhan Allahmu, jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja dan
cintailah Aku di atas segala sesuatu.
- Jangan
menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
- Kuduskanlah
hari Tuhan.
(Hari Minggu dan hari raya yang disetarakan).
- Hormatilah
bapa dan ibumu.
- Jangan
membunuh.
- Jangan
berzinah.
- Jangan
mencuri.
- Jangan
bersaksi dusta terhadap sesamamu.
- Jangan
mengingini istri sesamamu.
- Jangan
mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Mengapa Urutannya Berbeda?
Jika Anda membandingkannya dengan tradisi Protestan, Anda
mungkin menyadari adanya sedikit perbedaan pengelompokan. Katolik (dan
Lutheran) mengikuti pembagian yang disusun oleh St. Agustinus:
I. Perintah 1 & 2 dalam tradisi Katokik digabung menjadi satu, karena larangan berhala
dianggap bagian dari menyembah Allah yang Esa.
II. Perintah 10 dalam tradisi Katolik dipecah
menjadi dua: Katolik membedakan antara mengingini orang/pasangan
dengan mengingini harta benda.
Pembagian Tablet (Loh Batu)
Secara teologis, sepuluh perintah ini sering dibagi menjadi
dua bagian:
I.
Loh Batu-1 (Perintah 1–3): Mengatur hubungan manusia
dengan Allah.
1) 1) Menyembah Allah yang Esa:
§ Kita dipanggil untuk menempatkan
Allah sebagai prioritas utama.
§ In bukan bukan hanya soal patung,
tapi melawan "berhala modern" seperti uang, kekuasaan, atau ego yang
seringkali menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita.
2) 2) Hormat terhadap Nama Tuhan:
§ Nama Tuhan itu suci.
§ Perintah ini melarang penggunaan nama
Tuhan untuk bersumpah palsu, menghujat, atau sekadar dijadikan bahan gurauan
yang tidak pantas.
3) 3) Menguduskan Hari Tuhan
§ Bagi umat Katolik, ini berarti
kewajiban merayakan Ekaristi (Misa) di hari Minggu dan hari raya yang
diwajibkan..
§ ...juga ajakan untuk “beristirahat
dari pekerjaan berat” untuk fokus pada keluarga dan Tuhan.
II. Loh Batu-2 (Perintah 4–10): Mengatur hubungan
manusia dengan Sesama.
4) Hormat kepada Orang Tua:
§ Ini adalah perintah pertama yang
disertai janji.
§ Maknanya mencakup ketaatan, kasih
sayang, dan bantuan kepada orang tua, serta rasa hormat terhadap otoritas yang
sah (guru, pemimpin, dsb).
5) 5) Jangan Membunun:
§ Melindungi kehidupan dari saat
pembuahan hingga kematian alami.
§ Selain pembunuhan fisik, ini juga
mencakup larangan terhadap kebencian, balas dendam, aborsi, eutanasia, dan
tindakan yang merusak kesehatan diri sendiri.
6) 6) Jangan Berzinah
§ Panggilan untuk menjaga kesucian
tubuh dan kesetiaan dalam perkawinan.
§ Setiap orang dipanggil untuk hidup
murni sesuai dengan status hidupnya (selibat atau menikah).
7) 7) Jangan Mencuri:
§ Tidak hanya mengambil barang orang
lain, tapi juga mencakup ketidakadilan dalam upah, korupsi, merusak fasilitas
umum,
§ serta kelalaian dalam menjaga
kelestarian lingkungan (pencurian hak generasi mendatang).
8) 8) Jangan Bersaksi Dusta:
§ Kejujuran adalah pondasi hubungan
manusia.
§ Ini melarang fitnah, gosip
(detraksi), dan segala bentuk penipuan yang merugikan reputasi orang lain.
9) 9) Jangan Mengingini Istri Sesamamu:
§ Fokus pada kemurnian hati dan
pikiran.
§ Kita diajak untuk menjaga pandangan
dan niat agar tidak jatuh pada nafsu yang merusak martabat orang lain.
10) Jangan Mengingini Milik Sesamamu:
§ Melawan akar dari dosa mencuri, yaitu
rasa iri hati dan ketamakan. Perintah ini mengajak kita untuk bersyukur atas
apa yang kita miliki dan tidak mendambakan milik orang lain secara tidak adil.
Catatan Penting: Yesus merangkum seluruh perintah ini dalam Hukum Kasih: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37-40).


Posting Komentar