iCnHAQF62br424F1oK8RwyEkyucx21kDoKaV2DdH

Gelapnya Indonesiaku



Ternyata begitu gampang bagi pemerintah untuk membuat panik rakyat, terutama yang gak punya genset, tapi hidupnya sangat tergantung dari listrik. Caranya, matikan listrik serentak dalam satu pulau. Perkara selesai. Kepanikan merajalela.
Ibu-ibu muda di desa dan pelosok Sumatera, juga yang tinggal di pinggiran kali ditengah kumuhnya kota, khususnya yang baru saja melahirkan bayi-bayi mereka di kontrakan lusuh, sempit dan cuacanya sangat terik, padamnya listrik selama 7 jam- 31 jam telah berakibat fatal.
2 hari tanpa cahaya, 1 malam penuh gulita, - walau sebelumnya selalu nyala-padam setiap waktu dan tanpa pemberitahuan pihak PLN adalah siksaan bagi siapapun yang hidupnya sangat tergantung dengan listrik. Listrik sebagai penerang di rumah, untuk menyalakan barang-barang elektronik, mencharge handphone dan menghubungi keluarga nun jauh di sana, menyetrika pakaian, dan lain sebagainya.

Kita belum bicara tentang bisnis dan kerugiannya. Sebut saja pengusaha doorsmer, penjual barang elektronik, rumah sakit, sekolah hingga tukan las sekalipun akan dirugikan secara signifikan.

tragisnya, kondisi gelap gulita ini bukan saja membuat tangisan bayi-bayi bergema, tapi juga kepanikan bayi-bayi yang baru ahir dan baru pertama kali melihat dunia, "Aduh Tuhan, 9 bulan aku nyaman dalam kegelapan rahim, tapi mengapa saya saya lahir justru melihat dunia yang dipenuhi gulita hingga tubuhku tak merasa nyaman?"
Bagi kebanyakan remaja dan orang dewasa, pengguna medsos dan judi online, padamnya listrik bisa saja berdampak postif. Gaji atau hasil penjualan sawit paling tidak 300.000-1jt rupiah tak jadi dibakar membeli dana dan bermain judi slot online. Hanya saja, remaja yang sedang dimabuk cinta akan merasa sengsara, karena tak bisa video call atau sekedar berbagi kabar di story medsosnya untuk dilihat pacaa.
Tapi bagi rumah sakit yang tak punya genset, pedagang yang biasa menjual Data dan Pulsa, pedagang yang sudah terbiasa dengan metode pembayaran QRIS, juga bagi para pegawai kantor yang harus mencetak proposal dan laporan kerja mereka ke dinas terkait, dengan padamnya listrik akan membuat mereka panik dan siap dituduh tidak on time menyerahkan laporan.
Pokoknya, siapapun yang bekerja dengan alat elektronik akan panik, mulai dari tukang solder hingga pembuat chip, mulai dari jurnalis media online hingga presenter berita, dst.... akan merasa dirugikan.
Lihat betapa paniknya para dosen di perguruan tinggi, begitu juga dengan guru-guru di sekolah saat lampu padam seharian. Mereka yang sudah terbiasa membacakan PPT-nya saat mengajar di kelas, dan hanya itu yang mereka mampu, kini ia tak bisa menggunakaj LCD projector.
Jaringan internet juga pasti bermasalah, bahkan handphone buatan Amerika hingga Cina tak mampu menangkap jaringan internat tanpa ada listrik.

Pesta-pesta adat Batak akan sepi, karena undangan sudah terbiasa diundang secara online, dan genset tak akan kuat seharian untuk menyalakan organ tunggal dan joged ria para tamu undangan.
*****

Selama Anda di Indonesia, siapapun Anda, dan profesi apapun yang anda geluti, selama anda punya smartphone dan biasanya terkoneksi dengan internet, maka kalian pasti berteriak kencang: "Baru ini kejadian listrik mati secara bersamaan di pulau Sumatera, dan ini hanya terjadi di era pleciden wowo yang baru saja salah omong dengan mengatakan gaji guru hingga300%, eh taunya yang dia maksud adalah gaji hakim.
Berapa dan siapapun yang rugi karena pemadaman listrik... itu bukan urusan kita, karena pemerintah sudah duluan omong kalau itu bukan urusan mereka. Kita hanya butuh secercah cahaya di negara aukh ah gelap ini, yang pejabatnya adalah babi-babi pembangunan yang merusak hutan dengan mesin pembabat hutan di kesepian.
Mungkin, baik juga para mahasiswa berterikan lagi seperti di era kami 1998, "Turunkan harga sawit, eh maksudnya turunkan pleciden sawit..eh pleciden omon-omon!

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Saat menuliskan komentar, tetaplah menggunakan bahasa yang baik, sopan dan sebisa mungkin sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Please jangan mencantumkan link / tautan ya. Terimakasih.