![]() |
| * Diramu dari berbagai sumber Forum Sains dan Wikipedia |
Ad Hominem terdiri dari 2 tipe, yakni:
(1) Ad Hominem Abusive
Tipe pendebat yang menggunakan kata-kata yang menyerang langsung lawan bicaranya, alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
Tipe pendebat yang menggunakan kata-kata yang menyerang langsung lawan bicaranya, alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
- Abu : "Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada."
- Badu: "Ah, itu kan pendapat Anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain."
- Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang'.
- Dengan sikap si Badu seperti itu maka hampir bisa dipastikan bahwa diskusi tak dibutuhkan lagi. Sebab sebuah diskusi bertujuan untuk membahas suatu masalah/ isu guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.
(2) Ad Hominem Circumstansial
Tipe pendebat yang menggunakan hal-hal di sekitar si lawan bicara dalam hubungan yang tidak relevan; dengan tujuan untuk menyerang si lawan bicaranya.
Contoh :
Tipe pendebat yang menggunakan hal-hal di sekitar si lawan bicara dalam hubungan yang tidak relevan; dengan tujuan untuk menyerang si lawan bicaranya.
Contoh :
- Abu: "Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya."
- Badu: "Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat."
- Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak samasekali tak ada hubungannya dengan argumentasi yang dikemukakan Abu. Hanya karena Badu kaya maka tak lantas argumentasinya tidak valid.
- Di sini terdapat gejala logical fraud (penymimpangan logika) kedua, yakni mind reading (membaca pikiran): bagaimana Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan ra
- kyat?
(3) Ad Hominem Tu Quoque
Tipe pendebat yang mengatakan bahwa lawan bicara tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
Tipe pendebat yang mengatakan bahwa lawan bicara tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
- Abu: "Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan-pemboroasan yang tak perlu."
- Badu: "Ah, mobil Anda saja Land Rover yang terkenal boros bensin. Jadi Anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan."
- Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan validitas argumennya.
- Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.
